KIMIA HIJAU DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2030

(https://kumparan.com/kumparannews/terdengarledakan-dan-baugas-daripabrikkimia-di-cilegonwarga-sekitarpanik-1upY6vP4wUx)

        Sebuah pabrik kimia di Kota Cilegon meledak dengan suara dan dentuman sangat keras. Asap hitam pekat, bau gas bahan alam yang menyengat benar-benar membuat masyarakat tidak nyaman. Penduduk setempat yang mengeluh sakit mata dan sulit bernapas setelah mendengar ledakan. Akibatnya, warga yang tidak jauh dari pabrik kimia terpaksa harus mengungsi.

        Bahan kimia yang mengalami kebocoran tersebut diduga formalin, dengan rumus kimia CH2O. Menurut www.pom.go.id, 37%  formalin dalam air dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri panel kayu seperti kayu lapis, papan partikel, papan serat berkerapatan sedang, perlengkapan rumah tangga, dan lem emulsi yang dapat digunakan secara luas diberbagai sektor industri. Sumber berita: https://kumparan.com/kumparannews/terdengarledakan-dan-baugas-daripabrikkimia-di-cilegonwarga-sekitarpanik-1upY6vP4wUx

        Coba kalian bayangkan jika ledakan seperti itu sering terjadi maka bagaimana nasib bumi dan makhluk hidup yang ada didalamnya? Bagaimana keadaan masyarakat dan lingkungan (air,tanah, udara, tanaman, hewan) yang ada di sekitarnya? Masa depanbumi ditentukan dari sekarang. Badan dunia PBB mencanangkan salah satu program pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030 yaitu bagaimana lingkungan tetap aman dan lestari. Sebagai bagian dari masyarakat global kalian bisa berkontribusi menjagabumi tetap lestari dimulai dari rumah. Apa dan bagaimana?

Pada bab ini kalian akan mengenal lebih jauh tentang kimiahijau atau green chemistry. Untuk selanjutnya istilah yangdigunakan pada bab ini adalah kimia hijau.

Pengertian Kimia Hijau

    Kimia hijau (Green Chemistry) merupakan pendekatan untukmengatasi masalah lingkungan yang menganjurkan desainproduk dan proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkanpenggunaan dan pembentukan senyawa-senyawa berbahaya.Kimia hijau adalah kimia yang mengarahkan semua aktivitaspada pelestarian lingkungan.

      Tahukah kalian bahwa aktivitas yang kita lakukan danlingkungan disekitar kita selalu terkait dengan proses kimia yangmelibatkan reaksi kimia. Sebagian besar dari Kalian akan berpikirbahwa proses kimia itu menghasilkan hal-hal seperti suaraledakan yang cukup keras, gumpalan asap, nyala api, aroma yangmenyengat, atau bahkan zat-zat yang beracun sehingga proseskimia cenderung dianggap berbahaya dan dihindari. Mari kitasimak terlebih dahulu contoh-contoh proses kimia beserta reaksi kimia yang ada disekitar kita.

1. Fotosintesis

     Persamaan reaksi kimia: 6 CO2 (g) + 6 H2O (1) → C6H1206 (s) + 6 O2 (g) Reaksi fotosintesis yang dibantu oleh sinar UV memerlukan gas CO2. Gas ini dikenal sebagai gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan suhu bumi, sehingga mampu mengurangi jumlah gas CO2 serta turut mengurangi pemanasan global. Produk dari reaksi fotosintesis adalah glukosa (C6H1206) dan gas oksigen (02). Glukosa sebagai sumber energi bagi tanaman untuk bertumbuh sedangkan gas oksigen yang dihasilkan bermanfaat untuk kehidupan manusia dan hewan.

2. Pembakaran Tidak Sempurna

Persamaan reaksi kimia: 3 CxHy (g) + (3/2 x + 3/4 y) O2 (g) → x CO2 (g) + 3/2 y H2O (1) + x CO (g) + x C (s)

    Proses pembakaran sampah dilakukan di ruang terbuka artinya jumlah udara yang digunakan untuk membakar sampah terbatas. Salah satu komponen udara ialah gas oksigen (O2). Jika jumlah udara terbatas maka jumlah gas O2 juga akan berkurang, akibatnya pembakaran ini menghasilkan gas karbon monoksida (CO) dan padatan arang karbon (C) yang mencemari udara sekitar.

3. Perkaratan Besi

Persamaan reaksi kimia: 4 Fe (s) + 3 O2 (g) + 2x H2O (l) → 2 Fe2O3.x H2O

    jika benda yang terbuat dari besi (Fe) bereaksi dengan udara, semakin lama akan terjadi perkaratan (Fe2O3.x H2O) sehingga bendaakan mengalami kerusakan. Mengapa demikian? Karena udara mengandung gas oksigen (O2) dan uap air (H2O). Perkaratan ini ditandai dengan munculnya lapisan tipis berwarna merahkecoklatan pada permukaan benda.

4. Pemanggangan Roti

    Persamaan reaksi kimia: 2 NaHCO3 (s) → Na2CO3 (s) + H2O (1) + CO2 (g) Soda kue atau NaHCO3 jika dipanaskan akan menghasilkan gas CO2.Gas ini memberi tekanan pada dinding adonan roti sehingga membentuk rongga-rongga. Keadaan in membuat roti mengembang dan menjadi lebih empuk. Berdasarkan contoh-contoh tersebut, bagaimana pendapat Kalian mengenai proses dan reaksi kimia? Tulislah jawaban Kalian padabuku catatan Kalian masing-masing.

   Ternyata proses kimia tidak selamanya menakutkan kita.Terdapat proses kimia yang baik, bermanfaat, dan aman bagi lingkungan. Proses kimia ini akan menjaga bumi kita tetap lestari,aman dan sejahtera, demikian pula lingkungan akan tetap terjaga.Proses kimia ini dikenal sebagai reaksi Kimia Hijau. Prinsip kimia hijau pertama kali dicetuskan oleh Paul Anastas pada tahun 1998 sebagai Father of Green Chemistry bersama John Warter. Untuk lebih memahami kimia hijau, kalian dapat jelajahi Activity 1.

Pentingnya Kimia Hijau

    Kimia hijau atau Kimia berkelanjutan memiliki peran penting dalam mewujudkan lingkungan agar tetap terjaga dan terhindardari pemanasan global, bencana alam, dan terhindar daripaparan bahan kimia berbahaya. Dalam konsep kimia hijau ataukimia berkelanjutan, kita harus selalu memikirkan pilihan yanga lebih aman dan lebih baik pada pilihan bahan kimia maupun proses kimia. Sebagai misalnya, mengganti gas pendingin CFC yang sifatnya dapat merusak lapisan ozon dengan gas yang lebihaman yaitu gas HCIFC dan gas HFC.

Mengurangi penggunaan bahan bakar bensin yang merupakansumber polusi dengan bahan bakar pengganti bensin yang ramahlingkungan seperti:

1. Biomass Methane (Diperoleh dari fermentasi biomassa padapengolahan limbah makanan, lumpur limbah, sampah).

2. Compressed Natural Gas (CNG) (Gas ini dibentuk dari metanayang disimpan dengan tekanan sangat tinggi).

3. Ethanol (campuran etanol 10% dengan bensin 90% atau E10)

Prinsip Kimia Hijau

    Kimia hijau bukan hanya terkait dengan penggunaan danproduksi bahan kimia yang aman saja. Prinsip kimia hijau dapatKalian terapkan di rumah. Bahan kimia apa saja yang digunakan dirumah? Bagaimana cara Kalian menggunakannya? Bagaimana aga rpenggunaan bahan kimia di rumah dapat memberikan kontribusiterhadap prinsip kimia hijau? Menggunakan bahan kimiasecukupnya, membuang bahan kimia pada tempatnya, menyimpanbahan kimia dengan cara yang benar, mengganti bahan kimia yangberbahaya dengan bahan alam yang lebih ramah lingkungan, serta menggunakan kembali bahan plastik merupakan wujud kontribusi Kalian terhadap prinsip kimia hijau.

    Prinsip kimia hijau sangat memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Dalam aktivitas selanjutnya, Kalian akanmerancang, mengembangkan, dan mempraktikkan prinsip yang lebih hijau untuk pelestarian lingkungan. Lakukan Activity 2 untuk mengenal prinsip kimia hijau. Analisis lebih dahulu apa dan bagaimana prinsip kimia hijau itu dengan mencermati infografis yang disajikan pada Gambar berikut:


    Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Kimia Hijau ke dalam proses kimia, kita tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk inovasi dan efisiensi dalam berbagai industri. Prinsip-prinsip ini mendorong para ilmuwan, insinyur, dan praktisi kimia untuk memikirkan ulang cara kita berinteraksi dengan materi dan energi, membuka jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Kimia Hijau bukan hanya sekadar seperangkat pedoman, tetapi adalah gerakan yang mengubah landasan dasar cara kita berpikir tentang kimia dan dampaknya terhadap dunia di sekitar kita.

Manfaat Kimia Hijau

Meningkatkan Keberlanjutan, Kimia hijau berperan penting dalam meningkatkan keberlanjutan sistem industri. Dengan mengadopsi prinsip kimia hijau, produksi bahan kimia dapat menjadi lebih efisien, mengurangi konsumsi energi dan bahan baku. Ini berdampak pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya alam.

Mengurangi Dampak Lingkungan, Proses kimia tradisional sering menghasilkan limbah berbahaya dan polusi udara. Dengan menerapkan kimia hijau, limbah dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sepenuhnya. Hal ini mengurangi risiko terhadap lingkungan, termasuk polusi air, tanah, dan udara.

Menyediakan Bahan Ramah Lingkungan, Kimia hijau mempromosikan pengembangan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan. Contohnya adalah penggunaan bahan baku terbarukan, seperti biomassa, yang dapat menggantikan bahan kimia berbasis minyak bumi. Bahan-bahan ini memiliki jejak karbon yang lebih rendah dan berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

Contoh Aplikasi Kimia Hijau
Pengembangan Bahan Plastik Biodegradable, Salah satu contoh penerapan kimia hijau adalah pengembangan bahan plastik biodegradable. Plastik konvensional sulit terurai dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan menggunakan bahan baku terbarukan dan teknologi kimia hijau, plastik biodegradable dapat diproduksi, yang dapat terurai secara alami dan mengurangi beban limbah plastik.

Produksi Energi Terbarukan, Kimia hijau juga berperan dalam produksi energi terbarukan. Misalnya, proses produksi biofuel menggunakan teknologi kimia hijau yang dapat mengubah biomassa menjadi sumber energi yang dapat digunakan. Dengan demikian, kita dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemanfaatan Limbah Organik, Melalui pendekatan kimia hijau, limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi atau bahan kimia yang bernilai. Contohnya adalah penggunaan limbah pertanian atau limbah makanan untuk produksi biogas atau pupuk organik. Hal ini tidak hanya mengurangi limbah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi terbarukan.

Tantangan dan Peluang Kimia Hijau
Keterbatasan Teknologi, Meskipun kimia hijau menawarkan banyak potensi, tantangan dalam mengembangkan teknologi baru dan mengadopsi praktik kimia hijau masih ada. Perlu ada investasi dalam penelitian dan pengembangan, serta kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan industri untuk mengatasi keterbatasan teknologi saat ini.

Kolaborasi Industri dan Pemerintah, Untuk mendorong perubahan menuju kimia hijau, kolaborasi antara industri dan pemerintah sangat penting. Peraturan dan insentif yang mendukung penggunaan bahan baku terbarukan, pengurangan limbah, dan efisiensi energi dapat mendorong adopsi kimia hijau di berbagai sektor industri.

Kesadaran Masyarakat, Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kimia hijau juga merupakan faktor kunci. Edukasi dan kampanye informasi dapat membantu mengubah persepsi masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan dan dampak positif kimia hijau terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kontribusi Indonesia dalam Kimia Hijau
Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan kimia hijau. Negara ini kaya akan sumber daya alam terbarukan dan memiliki sektor industri yang berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan inovasi dalam teknologi berkelanjutan, seperti pengembangan biofuel dari kelapa sawit dan produksi bahan kimia berbasis alga. Selain itu, penerapan prinsip kimia hijau di industri-industri Indonesia dapat membantu mengurangi dampak lingkungan negatif dan meningkatkan keberlanjutan sistem produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Brady, J. E., & Holum, J. R. (1994). General of Chemistry, 5 d Edition.

Joshi, DR, & Adhikari, N. (2019). KIMIA HIJAU: AWAL, KEMAJUAN TERKINI, DAN TANTANGAN MASA DEPAN.


Komentar